skala ini dibuat untuk anak umur 8 minggu samapi 30 bulan (2 1/2 tahun). Tujuan dari program diagnostik perkembangan ini adalah untuk menetukan kemampuan perkembangan mental dan motorik seorang anak dan mencari penyimpangan dari perkembangan yang normal.
Skala bayley dibagi dalam 3 bagian yang saling melengkapi, yaitu:
1. Skala perkembangan mental (Mental Scale)
2. Skala perkembangan motorik (Motoric scale)
3. Rekaman perilaku anak (Infant behavior record)
Untuk perkembangan skala mental, dihitung indeks perkembangan mental ( mental Development index ). Untuk perkembangan motorik, dihitung indeks perkembangan psikomotorik (Psychomotor Development Index). Sedangkan untuk perilaku anak, dipakai sebuah tabel yang menunjukkan persentase angka-angka dari tiap penggolongan perilaku anak. Persentase ini diperoleh dari hasil uji coba pada anak-anak. Dengan cara ini dapat diketahui apakah seorang anak menunjukkan perilaku yang sesuai atau tidak sesuai dengan suatu standar. Hasil penggunaan skala Bayley hanya memberi petunjuk, apakah bayi atau anak yang diperiksa itu perkembangannya lebih atau kurang dari normal. Hasil tersebut tidak memberikan pegangan yang nyata untuk dimulainya suatu terapi menurut bidang fungsi tertentu.
Sunday, May 27, 2012
Bentuk perlakuan salah pada anak
1. Penganiayaan
fisik
Yaitu cedera
fisik sebagai akibat hukuman badan diluar batas, kekejaman atau pemberian racun
2. Kelalaian
Kelalaian ini selain
tidak sengaja, juga akibat dari ketidaktahuan atau kesulitan ekonomi.
Bentuk kelalaian ini
antara lain yaitu:
a. Pemeliharaan
yang kurang memadai, yang dapat mengakibatkan gagal tumbuh (failure to thrive),
anak merasa kehilangan kasih sayang, gangguan kejiwaan, keterlambatan
perkembangan.
b. Pengawasan
yang kurang, dapat menyebabkan anak mengalami risiko untuk terjadinya trauma
fisik dan jiwa
c. Kelalalain
dalam mendapatkan pengobatan meliputi : kegagalan merawat anak dengan baik
misalnya imunisasi, atau kelalaian dalam mencari pengobatan sehingga
memperburuk penyakit anak
d. Kelalaian
dalam pendidikan meliputi kegagalan dalam mendidik anak untuk mampu
berinteraksi dengan lingkungannya, gagal menyekolahkannya atau menyuruh anak
mencari nafkah untuk keluarga sehingga anak terpaksa putus sekolah
1. Penganiayaan
emosional
2. Ditandai
dengan kecaman kata-kata yang merendahkan anak, atau tidak mengakui sebagai
anak. Keadaan ini sering kali berlanjut
dengan melalaikan anak, mengisolasikan anak dari lingkungannya/hubungan
sosialnya, atau menyalahkan anak secara terus menerus. Penganiayaan emosi
seperti ini umumnya selalu diikuti bentuk penganiayaan lain.
3. Penganiayaan
seksual
Mengajak anak
untuk melakukan aktifitas seksual yang melanggar norma-norma sosial yang
berlaku di masyarakat, dimana anak tidak memahami/tidak bersedia. Aktivitas seksual
dapat berupa semua bentuk oral genital, genital, anal, atau sodomi. Penganiayaan
seksual ini juga termasuk incest yaitu penganiayaan seksual oleh orang yang
masih ada hubungan keluarga.
4. Sindrom
Munchausen
Sindrom ini
merupakan permintaan pengobatan terhadap penyakit yang dibuat buat dan
pemberian keterangan palsu untuk menyokong tuntutan.
Tuesday, May 22, 2012
This My Beautiful Home
This My Beautiful Home
Hi...This is my First posting. In my first posting I would like to give your info about my Beautiful Home.
I leave in Ordinary Home, but at that home I feel very beautiful condition and situation.
Ok...that all in my first posting . Iam sorry my english is not well...
Thanks ...and see you again..
This My Beautiful Home.
Hi...This is my First posting. In my first posting I would like to give your info about my Beautiful Home.
I leave in Ordinary Home, but at that home I feel very beautiful condition and situation.
Ok...that all in my first posting . Iam sorry my english is not well...
Thanks ...and see you again..
This My Beautiful Home.
Subscribe to:
Posts (Atom)