Sunday, May 27, 2012

SKALA BAYLEY (BAYLEY INFANT SCALE OF DEVELOPMENT)

skala ini dibuat untuk anak umur 8 minggu samapi 30 bulan (2 1/2 tahun). Tujuan dari program diagnostik perkembangan ini adalah untuk menetukan kemampuan perkembangan mental dan motorik seorang anak dan mencari penyimpangan dari perkembangan yang normal.

Skala bayley dibagi dalam 3 bagian yang saling melengkapi, yaitu:
1. Skala perkembangan mental (Mental Scale)
2. Skala perkembangan motorik (Motoric scale)
3. Rekaman perilaku anak (Infant behavior record)

Untuk  perkembangan skala mental, dihitung indeks perkembangan mental ( mental Development index ). Untuk perkembangan motorik, dihitung indeks perkembangan psikomotorik (Psychomotor Development Index). Sedangkan untuk perilaku anak, dipakai sebuah tabel yang menunjukkan persentase angka-angka dari tiap penggolongan perilaku anak. Persentase ini diperoleh dari hasil uji coba pada anak-anak. Dengan cara ini dapat diketahui apakah seorang anak menunjukkan perilaku yang sesuai atau tidak sesuai dengan suatu standar. Hasil penggunaan skala Bayley hanya memberi petunjuk, apakah bayi atau anak yang diperiksa itu perkembangannya lebih atau kurang dari normal. Hasil tersebut tidak memberikan pegangan yang nyata untuk dimulainya suatu terapi menurut bidang fungsi tertentu.

Bentuk perlakuan salah pada anak


1.       Penganiayaan fisik
Yaitu cedera fisik sebagai akibat hukuman badan diluar batas, kekejaman atau pemberian racun
2.       Kelalaian
Kelalaian ini selain tidak sengaja, juga akibat dari ketidaktahuan atau kesulitan ekonomi.

Bentuk kelalaian ini antara lain yaitu:
a.       Pemeliharaan yang kurang memadai, yang dapat mengakibatkan gagal tumbuh (failure to thrive), anak merasa kehilangan kasih sayang, gangguan kejiwaan, keterlambatan perkembangan.
b.      Pengawasan yang kurang, dapat menyebabkan anak mengalami risiko untuk terjadinya trauma fisik dan jiwa
c.       Kelalalain dalam mendapatkan pengobatan meliputi : kegagalan merawat anak dengan baik misalnya imunisasi, atau kelalaian dalam mencari pengobatan sehingga memperburuk penyakit anak
d.      Kelalaian dalam pendidikan meliputi kegagalan dalam mendidik anak untuk mampu berinteraksi dengan lingkungannya, gagal menyekolahkannya atau menyuruh anak mencari nafkah untuk keluarga sehingga anak terpaksa putus sekolah
1.       Penganiayaan emosional
2.       Ditandai dengan kecaman kata-kata yang merendahkan anak, atau tidak mengakui sebagai anak. Keadaan ini sering  kali berlanjut dengan melalaikan anak, mengisolasikan anak dari lingkungannya/hubungan sosialnya, atau menyalahkan anak secara terus menerus. Penganiayaan emosi seperti ini umumnya selalu diikuti bentuk penganiayaan lain.
3.       Penganiayaan seksual
Mengajak anak untuk melakukan aktifitas seksual yang melanggar norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat, dimana anak tidak memahami/tidak bersedia. Aktivitas seksual dapat berupa semua bentuk oral genital, genital, anal, atau sodomi. Penganiayaan seksual ini juga termasuk incest yaitu penganiayaan seksual oleh orang yang masih ada hubungan keluarga.
4.       Sindrom Munchausen
Sindrom ini merupakan permintaan pengobatan terhadap penyakit yang dibuat buat dan pemberian keterangan palsu untuk menyokong tuntutan.


Tuesday, May 22, 2012

This My Beautiful Home

This My Beautiful Home

Hi...This is my First posting. In my first posting I would like to give your info about my Beautiful Home.
I leave in Ordinary Home, but at that home I feel very beautiful condition and situation.
Ok...that all in my first posting . Iam sorry my english is not well...

Thanks ...and see you again..

This My Beautiful Home.