Saturday, June 16, 2012

PROSEDUR PERAWATAN LUKA


A. PERAWATAN LUKA DENGAN BALUTAN BASAH DAN LEMBAB (KOMPRES)
Pengertian
Tindakan perawatan luka dan kompres yang membutuhkan balutah basah atau lembap
Tujuan
1.              Mencegah, membatasi, atau mengontrol infeksi
2.              Mengangkat jaringan nekrotik untuk meningkatkan penyembuhan luka
3.              Menyerap drainase (eksudat)
4.              Mempertahankan lingkungan luka yang lembap
5.              Mengompres mata
Indikasi
1.             Luka kronis dan banyak drainase/ pus
2.             Luka yang banyak kehilangan jaringan kulit
Persiapan alat
1.             Satu set steril sesuai kebutuhan
2.             Plester
3.             Kasa steril dalam tempatnya, perban bila perlu
4.             Sarung tangan bersih
5.             Sarung tangan steril
6.             Larutan normal saline steril (NaCl 0,9%)
7.             Kantong sampah infeksius
8.             Perlak dan alasnya
9.             Tempat penyimpanan barang steril, seperti bengkok (piala ginjal) dan mangkuk steril (kopyes) diatas troli
Prosedur
1.              Cek instruksi dokter dan rencana perawatan
2.              Siapkan alat-alat, termasuk peralatan steril di meja/troli
3.              Identifikasi pasien, jelaskan tujuan dan prosedur
4.              Berikan privasi
5.             Tinggikan tempat tidur dan turunkan penghalang tempat tidur untuk bekerja di samping pasien
6.              Tempatkan kantong untuk meletakkan balutan yang kotor di dekat pasien
7.              Cuci tangan
8.              Bentangkan perlak di bawah daerah yang akan diganti balutan
9.              Pakai sarung tangan bersih (tidak steril)
10.          Lepaskan plester ke arah luka atau buka ikatan balutan
11.          Tuang larutan normal saline pada balutan
12.          Lepaskan kasa satu per satu, lalu buang ke kantong plastik
13.          Lepaskan sarung tangan
14.          Buka set steril dengan tetap mempertahankan kesterilan alat
15.         Tuang larutan normal saline ke dalam kopyes dan letakkan beberapa potong kasa di daerah steril tersebut
16.          Pakai sarung tangan steril
17.         Bersihkan area luka menggunakan kasa, tekan kasa pada daerah depresi atau lubang
18.          Kaji luka, ukur, identifikasi tipe dan tentukan apakah ada tanda-tanda infeksi
19.         Bentangkan kasa lembap dan basa dalam lapisan tunggal dan tempatkan di bagian atas menutupi seluruh area
20.          Kemudian tutup dengan kasa kering pada balutan untuk menahannya
21.          Lepaskan sarung  tangan dan masukkan ke dalam kantong sampah infeksius
22.         Plester hanya  pada bagian ujung-ujung balutan, plester montgomeri dapat digunakan untuk mencegah iritasi kulit yang berlebihan dan kerusakan yang disebabkan oleh ganti balutan yang sering. Untuk daerah tertentu, dapat ditambah gulungan perban untuk memperkuat fiksasi
23.         Kembalikan pasien ke posisi semula. Turunkan tempat tidur dan kembali naikkan penghalang tempat tidur
24.          Buang materi yang kotor ke dalam wadah yang tepat (sampah infeksius)
25.          Cuci tangan
26.          Bereskan alat-alat
27.          Catat dalam rekam medik

B. PERAWATAN LUKA DENGAN BALUTAN KERING
Pengertian
Tindakan pembersihan luka dan penggantian balutan kering
Tujuan
1.             Mencegah infeksi sekunder
2.             Luka bersih dan kering
3.             Meminimalkan mikroorganisme

Indikasi
Untuk luka atau insisi pembedahan yang mempunyai drainase minimal dan tidak ada jaringan yang hilang

Persiapan alat
1.             Satu alat steril sesuai kebutuhan
2.             Plester
3.             Kasa steril dalam tempatnya, perban bila perlu
4.             Sarung tangan bersih
5.             Sarung tangan steril
6.             Larutan normal saline steril (NaCl 0,9 %)
7.             Kantong sampah infeksius
8.             Perlak dan alasnya
9.             Tempat penyimpanan barang steril, seperti bengkok (Piala ginjal) dan mangkuk steril (Kopyes) diatas troli

Prosedur
1.             Cek instruksi dokter dan rencana perawatan
2.             Siapkan alat-alat, termasuk peralatan steril di meja/troli
3.             Identifikasi pasien, jelaskan tujuan dan prosedur
4.             Berikan privasi
5.             Tinggikan tempat tidur dan turunkan penghalang tempat tidur untuk bekerja di samping pasien
6.             Tempatkan kantong untuk meletakkan balutan yang kotor di dekat pasien
7.             Cuci tangan
8.             Bentangkan perlak di bawah daerah yang akan diganti balutan
9.             Pakai sarung tangan bersih (tidak steril)
10.         Lepaskan plester ke arah luka atau buka ikatan balutan
11.         Tuang larutan normal saline pada balutan
12.         Lepaskan kasa satu per satu, lalu buang ke kantong plastik
13.         Lepaskan sarung tangan
14.         Buka set steril dengan tetap mempertahankan kesterilan alat
15.         Tuang larutan normal saline ke dalam kopyes dan letakkan beberapa potong kasa di daerah steril tersebut
16.         Pakai sarung tangan steril
17.         Bersihkan area luka menggunakan kasa, tekan kasa pada daerah depresi atau lubang
18.         Kaji luka, ukur, identifikasi tipe dan tentukan apakah ada tanda-tanda infeksi
19.         Jika ada selang drain, bersihkan area drain dan sekitar area dengan gerakan sirkulasi (memutar kearah luar). Jangan menggunakan zat kimia sitotoksik  atau yang berbahaya
20.         Pasang beberapa kasa pada drain
21.         Tutup daerah luka dengan kasa steril
22.         Lepaskan sarung  tangan dan masukkan ke dalam kantong sampah infeksius
23.         Plester hanya  pada bagian ujung-ujung balutan, plester montgomeri dapat digunakan untuk mencegah iritasi kulit yang berlebihan dan kerusakan yang disebabkan oleh ganti balutan yang sering. Untuk daerah tertentu, dapat ditambah gulungan perban untuk memperkuat fiksasi
24.         Kembalikan pasien ke posisi semula. Turunkan tempat tidur dan kembali naikkan penghalang tempat tidur
25.         Buang materi yang kotor ke dalam wadah yang tepat (sampah infeksius)
26.         Cuci tangan
27.         Bereskan alat-alat

Daftar pustaka:
Suparmi Yulia, dkk. 2008. Panduan Praktik Keperawatan. Yogyakarta : Citra aji Parama

No comments:

Post a Comment

Post a Comment